Rain

Rain Cloud

Jumat, 05 Juli 2013

FF SUPER GENERATION: SPECIAL HIGH SCHOOL (part 1)

SPECIAL HIGH SCHOOL (part 1)



Title            :         Special High School
Author         :         Sae
Main Cast    :         Kim Kibum             Im Yoona
                             Choi Siwon             Tiffany Hwang
                             Lee Donghae                   Jessica Jung
                             Park Jungsoo(Leeteuk)    Kim Taeyeon
                             Cho Kyuhyun                   Seo Hyun
                             Kim Jongwoon(Yesung)     Kwon Yuri
                             Lee Sungmin                    Lee Sunkyu(sunny)
Cameo part 1 :        Victoria f(x)
Genre          :         Romance,Comedy(?), School life, Friendship
Chapter       :         1


Annyeonghasseo readers…saya bawa ff baru ni ^^…(jingkrak jingkrak). Ini FF terinspirasi dari anime favoritku. Maaf readers saya hanya bawa beberapa couple super generation..T_T. tapi tenang aja, akan ada banyak peran pendukungnya kok.  Happy reading^^
                
SM HIGH SCHOOL adalah sebuah sekolah elit dan ternama di Korea Selatan. Hanya murid dari kalangan atas dan murid-murid berprestasi terpilih yang dapat masuk ke sekolah tersebut. SM High School merupakan sekolah bertaraf internasional yang memiliki banyak program study jurusan selain kelas pada umunya, seperti kelas seni, ballet,dance, desain, bahkan kelas memasak. Special Class, adalah salah satu kelas special murid tingkat 3 dan merupakan kelas khusus bagi murid peraih ranking 10 besar SM High School. Selain menjadi kelas favorit dan kelas impian, murid di special class juga menjadi idola di SM High School. Special Class……

Pertama, Kim Kibum.
Peraih ranking 1. Pewaris tunggal K-One.Corperation, sebuah perusahaan saham terbesar di Korea. Tampan, cool dan pendiam. Suka membaca dan berada ditempat yang sepi.

Kedua, Cho Kyuhyun.
Siapa yang akan menyangka murid yang selalu bermain PSP saat jam pelajaran ini adalah peraih ranking ke 2. Itulah kecerdasannya. Putra tunggal pemilik yayasan pendidikan terbesar di Korea. Innocent, evil dan cuek. Dikenal sebagai evil prince.

Ketiga, Choi Siwon.
Peraih rangking ke 3. Ketua special class dan juga ketua osis SM High School. Merupakan pewaris muda perusahaan Department store terbesar di Korea. Tampan, ramah, bijaksana, dan taat beribadah.

Keempat, Lee Donghae.
Peraih ranking ke 4. Putra dari pemilik L.Corperation. terkenal dengan jurus 3 detiknya menakhlukkan wanita. Suka mendengarkan musik dan jago dance. Dikenal sebagai prince of special class.

Kelima, Kim Taeyeon.
Peraih ranking ke 5. Taeyeon adalah satu-satunya murid special class yang berasal dari kelurga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru. Dikenal dengan king of cook. Rendah hati, sopan dan imut. Memiliki banyak penggemar wanita di SM High School.

Keenam, Seo Hyun.
Peraih ranking ke 6. Cucu dari menteri kesejahteraan sosial di Korea. Dijuluki si polos special class. Baik hati, lugu dan suka membaca.

Ketujuh, Lee Sunny.
Lahir dengan nama asli Lee Sunkyu. Peraih ranking ke 7. Putri bungsu seorang composer musik ternama di Korea. Merupakan keponakan dari pemilik SM High School. Dijuluki boneka dari special class. Pintar, imut dan ceria.

Kedelapan, Im Yoona
Peraih ranking ke 8. Putri pengusaha ternama di Korea. Merupakan gadis idaman murid lelaki di SM High School. Punya banyak fans laki-laki. Cantik dan baik hati. Dijuluki dewi special class.

Kesembilan, Kim Joongwon/Yesung.
Peraih rangking 9. Putra pemilik restaurant terbesar di Korea. Dikenal dengan the best voice dari special class karena memiliki suara yang merdu. Cuek dan suka menyanyi.

Kesepuluh, Tiffany Hwang.
Peraih ranking ke 10. Putri desainer ternama Korea. Dikenal dengan eye smile-nya. Cantik, anggun, fashionable dan punya banyak teman selebriti.

Other Beside Special Class. Populer yang bukan berasal dari special class..

Jessica Jung.
Murid dari kelas ballet. Seorang ballerina yang sudah memenangkan beberapa kompetisi internasional. Berasal dari keluarga kaya. Meskipun Jessica bukan murid special class, tapi dia terkenal di SM High School. Dijuluki ice princess karena cuek dan dingin.

Kwon Yuri
Murid dari kelas dance. Berasal dari kelurga kaya. Yuri juga terkenal di sekolah karena kemampuannya dalam dance dan menari. Yuri adalah sahabat Yoona. Dikenal dengan image yang cantik dan sexy.

Lee Sungmin
Murid favorit dari kelas seni. Putra pemilik salah satu perusahaan penerbangan di Korea. Tampan, rendah hati dan aktif sebagai ketua teater di SM High School.

Park Jungsoo
Merupakan pengajar muda di SM High School. Guru idola para siswi. Karena kepintarannya, dia lulus lebih awal dari universitas dan menjadi rebutan beberapa sekolah ternama. Tapi akhirnya dia memilih mengajar di SM High School.

>>

Libur akhir musim semi berakhir. Tahun ajaran baru dimulai. Di depan SM High School siswa siswi terlihat sibuk satu sama lain. Senyum dan tawa terkembang diwajah masing-masing murid. Ada yang bercerita tentang tempat liburannya, ada juga yang sibuk membagikan oleh-oleh pada temannya.

“lihat itu….mereka sudah datang…murid special class sudah datang…!!” teriak seorang siswi. Sedetik kemudian para siswa dan siswi berebut dan berlarian berkerumun didekat gerbang masuk SM High School. Ada yang berteriak dan ada pula yang sibuk mencari celah agar dapat melihat dari jarak yang lebih dekat.
“taeyeon-si…!”“choi siwon…!”“im Yoona…!” “my evil prince…!” Dan lain-lain.
Segala macam nama disebut. Suara menjadi gaduh. Ada yang berjingkrak-jingkrak, ada pula yang sibuk menetralisir jalan. “minggir…minggir..!! special class akan lewat…!!” teriak beberapa siswa. 

Satu persatu murid special class lewat dan berjalan kebangunan yang letaknya terpisah dari bangunan kelas lain. Mereka masuk satu persatu kesebuah ruangan diskusi dengan meja bundar besar dikeliling 10 kursi yang memang disediakan khusus di special class.
“hahh…benar-benar..,aku merasa sudah menjadi selebriti dikerumuni seperti itu..” gerutu Jongwoon.
“annyeong semuannyaa…” sapa Donghae yang baru datang dengan senyum lebarnya “pagi ini benar-benar cerah…apa kalian semua sudah sarapan?” lanjutnya
“oppa,kau dari mana saja…?”  Tanya Sunny mewakili teman-temannya. Donghae hanya tersenyum penuh arti.
“kau habis menang lotre ya..? kenapa semangat sekali..” celetuk Kyuhyun. Donghae melototi Kyuhyun dan mendengus kesal.
“ayo cepat masuk kelas, Miss Han sudah datang…” Siwon menggiring teman-temannya masuk kelas.
>> 
“Selamat pagi anak-anak…” sapa Miss Han
“Selamat pagi Songsaenim(guru)…” jawab mereka serempak
“emm liburan kalian pasti menyenangkan…” ucap Miss Han sok manis. Miss Han memang selalu begitu. Guru yang sok manis dan sangat genit. “silahkan masuk Mr.Park…” panggil Miss Han, masuklah seorang laki-laki dan berdiri disamping Miss Han.
“perkenalkan, ini Mr.Park Jungsoo guru muda baru disini. Dia akan menggantikan mata pelajaran Mr.Mong…” ucap Miss Han “silahkan dimulai, saya harus segera kembali kekantor, jika Mr.Park memerlukan sesuatu, hubungi saja saya…” ucap Miss Han pada Mr.Park dengan senyum genitnya. Mr.Park Jungsoo hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Miss Han yang berjalan keluar dari kelas.
“Annyeonghasseo.., naneun Park Jungsoo imnida. Kalian bisa panggil Jungsoo Songsaenim saja…” ucap Jungsoo lalu tersenyum. Semua mengangguk dan membalas senyum Jungsoo. Taeyeon melongo melihat siapa yang ada didepannya. bukankah dia…

#flashback
Cittt…!!. Terdengar decitan suara mobil yang berhenti mendadak didepan sepeda Taeyeon. Seorang laki-laki keluar dari mobil BMW putih itu dan menghampiri Taeyeon yang masih mematung menahan sepedanya yang hampir tertabrak itu.
“nona kau tidak apa-apa?” Tanya laki-laki itu khawatir membuat Taeyeon tersadar.
“mianhamnida(maafkan saya), jeongmal mianhamnida.., saya terburu-buru dan tidak melihat mobil anda…” Taeyeon minta maaf dan membungkuk
“ah tidak apa-apa…” jawab laki-laki itu “tapi kau tidak terluka kan?”
“iya tuan sata tidak apa-apa…” ucap Taeyeon “sekali lagi saya minta maaf…”
“sudah tidak apa-apa. Syukurlah kalau kau tidak terluka…” laki-laki itu tersenyum manis. Tiba-tiba saja Taeyeon merasa tersihir dengan senyum laki-laki itu, tetapi sedetik kemudian dia tersadar.
“Ghamsahamnida…” Taeyeon membungkuk sekali lagi dan meminggirkan sepedanya. Laki-laki itu mengangguk tersenyum lalu masuk kemobil dan berjalan pergi. Taeyeon masih memandangi mobil yang semakin menghilang itu. Senyum namja itu masih terngiang dikepalanya. Benar-benar manis, Taeyeon memukul kepalanya sendiri.
#flashback end

Lamunan Taeyeon seketika buyar saat Tiffany teman sebangku menyikut lengannya dan tersenyum tidak jelas menatap songsaenim baru itu. Dasar anak ini, Taeyeon menggerutu sebal.
“apa ada yang ingin ditanyakan?” ucap Jungsoo
“berapa umur songsaenim?” tanya Sunny dengan aegyonya
“ah itu…sekitar 23 tahun…” jawab Jungsoo dan mendapat sorakan WoW dari semuanya.
“benar-benar masih muda…” teriak Donghae
“dan sangat tampan…” celetuk Tiffany yang memang terkenal dengan ceplas-ceplosnya dan langsung mendapat tatapan aneh dari Siwon. “ahh…sedikit…maksudku sedikit tampan…” Tiffany mengoreksi ucapanya membuat semua tertawa geli.
>> 

Seperti jam istirahat biasanya, murid special class berada di café sekolah tempat biasa mereka mengobrol. Tempat itu memang tempat langganan bagi murid special class, dan semua murid SM High School tahu sehingga tidak ada yang berani menempatinya.

Yoona berjalan dengan kesal lalu duduk di kursi dekat Kibum. Yoona menyerahkan beberapa tumpukan surat warna-warni yang ada ditangannya.
“kenapa mereka masih saja salah meletakkan surat2 cinta itu, lokerku terasa sangat sesak…” ucap Yoona kesal.
Hampir setiap hari loker Yoona penuh dengan surat2 cinta yang salah alamat, sebenarnya kebanyakan surat2 itu ditujukan untuk Kibum, tetapi karena loker Yoona dan Kibum bersebalahan, para fans2 kibum sering salah menaruh surat cinta di loker Yoona.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh para murid melihat seorang siswi baru berjalan masuk ke café menempati meja dekat jendela, ada yang berbisik dan juga ada yang tidak berhenti menatap siswi baru itu.
“apa dia siswi baru yang yang dibicarakan anak2?” Tanya Jongwoon dibalas anggukan Taeyeon dan Sunny.
“aku dengar dia juga berasal dari keluarga yang kaya, namanya Victoria…” ucap Kyuhyun
“pantas saja, cantik dan berkelas…” ucap Taeyeon
“aku seperti pernah melihatnya…” gumam Kibum, lalu memperhatikan gadis itu dan menerawang kedalam memorinya.

#flashback
Kyuhyun, Kibum dan Donghae duduk mengobrol di coffe shop mewah. Mereka sering nongkrong disana karena coffe shop itu milik keluarga Lee Donghae. Seorang gadis berambut agak pirang yang duduk disudut ruangan terlihat sedang memperhatikan mereka. Kibum berpura-pura sibuk membaca tapi sebenarnya sedang mengamati gadis itu.
Gadis itu sesekali tertangkap sedang tersenyum sendiri memperhatikan mereka. Kibum tidak tahu siapa yang sebenarnya sedang diperhatikan gadis itu, Kyuhyun atau Donghae, karena mereka duduk berdekatan dan sedang asyik mengobrol. Mata gadis itu dan Kibum saling bertemu, dengan segera gadis itu mengalihkan pandangannya, beberapa menit kemudian gadis itu berdiri dan berjalan pergi.
#flashback end

“ahh, ternyata gadis itu…” gumam Kibum berhasil mengingat
“siapa? Oppa mengenalnya…” Tanya Yoona. Kibum baru menyadari sejak tadi Yoona memperhatikannya.
“bukan siapa-siapa…” Kibum kembali membaca bukunya. Yoona mendengus pelan.

TBC...

Akhirnya FF baru saya post juga. Hua senangnya bawa FF baru..kekeke..pokoknya nantikan terus part selanjutnya ya readers..jangan lupa jejaknya ya. Gomaweoyeo^^

FF HAESICA: TWO SIDE DIFFERENT (part 11)- FINAL

TWO SIDE DIFFERENT (part 11) Final

Title          :         Two Side Different
Author        :         Sae
Main cast     :         Lee Donghae
                          Jung Soyeon (Jessica Jung)
Other cast   :         Go Ara
                          Yunho as Kwon Yunho
                          Kwon Yuri
     Kim Soeun as Lee Soeun
                          Mr&Mrs.Lee
                          Mr.jung
Genre          :         Romance,family
Chapter       :         11(final)

Annyeonghasseo readers^^..huaa akhirnya author menyelesaikan FF haesica yang satu ini. setelah melewati gejolak jiwa(?) akhirnya author memutuskan untuk menyelesaikan part ff ini. pokoknya terima kasih buat readers yang udah ngikuti ff ini dari awal sampai akhir..Ghamsahamnida^^ #bow

Soyeon menatap langit malam yang bertaburan bintang dari balkon rumahnya. Han ahjumma datang, berdiri sedikit dibelakang Soyeon.
“agashi ini sudah malam, istirahatlah…” ucap Han ahjumma
“aku belum mengantuk. Jangan khawatir, ahjumma istirahatlah…” Soyeon tidak mengalihkan pandangannya menatap langit.
“baiklah, jangan terlalu lama diluar dan segeralah istirahat…” nasihat Han ahjuma
“tunggu…” sergah Soyeon menghentikan langkah Han ahjuma “apa aku boleh bertanya sesuatu pada ahjuma?” Han ahjuma berbalik dan menatap Soyeon.
“tentu saja…, memangnya ada apa?”
Soyeon mengepal tangannya dengan erat, menatap mata Han ahjuma dalam “apa ahjuma mengenal Min Aerin?”
Han ahjuma terkejut bukan main dengan pertanyaan Soyeon. Dia berusaha bersikap biasa saja “Min Aerin? Ahjuma bahkan baru pertama kali mendengar nama itu…”
“aku tahu ahjuma mengenalnya…” elak Soyeon membuat Han ahjuma salah tingkah
“apa yang agashi bicarakan…?”
“aku sudah tahu semua tentang Min Aerin, tentang cinta pertama appa, dan juga tentang kematiannya…” ucap Soyeon “apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Min Aerin meninggal di hari dan rumah sakit yang sama dengan eomma? Beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi?” desak Soyeon.
“ahjuma benar-benar tidak tahu tentang itu…” Han ahjuma dan akan berbalik berjalan, tetapi dicegah Soyeon.
“aku begitu mempercayai ahjuma, selama ini aku menganggap ahjuma sebagai eommaku. Jika semua orang didunia ini berdusta, ahjumalah satu-satunya orang yang akan aku percayai…” ucap Soyeon lirih
Han ahjuma tertegun, matanya mulai basah, lalu berbalik dan menghampiri Soyeon. Han ahjuma menatap mata Soyeon sendu lalu memeluknya dengan sayang. Han ahjuma menyeka air matanya  “apa jika ahjuma menceritakan semua, aghasi akan baik2 saja?”
Soyeon mengangguk. Han ahjuma menggenggam tangan Soyeon erat, menatap langit dan mulai bercerita.
“Presdir, Nyonya muda, dan Min Aerin dulu adalah teman satu SMA, Min Aerin adalah sahabat Nyonya muda. Min Aerin adalah cinta pertama Presdir Jung, tetapi saat itu Presdir dijodohkan dengan Nyonya muda…” . Soyeon memberi isyarat untuk tetap melanjutkan.
“suatu malam, Nyonya datang kekantor Presdir, disanalah Nyonya melihat Presdir sedang bermesraan dengan Min Aerin. Beberapa hari berlalu dengan pertengkaran. Suatu hari Min Aerin dan Nyonya berada di mobil yang sama, mereka bertengkar hebat. Hujan mulai turun dengan deras, tanpa disadari, ada sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan, mobil mereka tidak bisa menghindar…” Han ahjuma menarik nafasnya dalam “saat itulah terjadi kecelakaan. Nyonya muda dan Min Aerin meninggal ditempat…”
Soyeon terpana mendengar cerita Han Ahjuma,tubuhnya kaku untuk digerakkan, hatinya teriris. Min Aerin dan eommanya, mereka meninggal bersama dalam kecelakaan itu. Air mata menetes dipipinya. Han ahjuma memeluk Soyeon dengan erat.
>> 

Hari ini Go Ara di izinkan pulang setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit. Setelah berkemas, Donghae mengantarkan Go Ara pulang. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Donghae menatap lurus kejalan, sibuk dengan pikirannya. Beberapa kali Go Ara menatap laki-laki disebelahnya itu, tapi Donghae tidak menyadarinya.
“kau mau makan?” Tanya Go Ara, tapi Donghae melamun dan tidak mendengar ucapan Go Ara. “Donghae-a…?” ulang Go Ara
“ah, ada apa?” Donghae tersadar dan menoleh
“apa ada masalah? Sejak tadi kau hanya melamun…”
“ani(tidak), tidak apa-apa…” jawab Donghae lalu tersenyum tipis dan kembali fokus mengemudi. Go Ara tersenyum simpul, senyumnya seketika lenyap saat berbalik menatap ke luar jendela.
>>            
Soyeon berjalan menghampiri seorang laki-laki yang duduk didekat jendela café, Yunho tersenyum melihat Soyeon datang, Soyeon menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Yunho.
“mian(maaf) aku baru datang, oppa sudah lama menunggu?”
“aku juga baru datang…” Yunho tersenyum simpul “kau mau makan apa?”
Soyeon berfikir sejenak “terserah oppa saja, oppa kan yang ingin mentraktirku…”. Yunho tersenyum lalu mengiyakan, pelayan datang dan mencatat pesanan.
“kau tidak apa-apa?” Yunho menatap Soyeon yang sedang memotong steaknya.
“apanya…?” jawab Soyeon santai lalu memasukkan potongan daging kemulutnya
“pernikahan itu…” lirih Yunho.
“berbohong jika aku katakan tidak apa-apa..” Soyeon meraih gelas dan meneguk minumannya “aku sangat terluka, bahkan rasanya hampir mati…” lanjutnya “tapi oppa jangan khawatir. Aku ini sangat kuat…” ucapnya tersenyum.
Yunho membalas senyum Soyeon dan mengiyakannya “ah benar sekali, aku lupa kau ini Jung Soyeon yang kuat. Semua akan baik-baik saja, mulai sekarang katakan apapun yang ingin kau katakan padaku, araseo(ok)…?”
Soyeon mengangguk pelan, memberi semangat pada dirinya sendiri yang sebenarnya tidak baik-baik saja.
>> 
Donghae dan Go Ara berjalan masuk kesebuah café, tanpa diduga mereka berpapasan dengan Yunho dan Soyeon yang sedang berjalan keluar dari café. Mereka berempat mematung dan saling bertukar pandang sejenak, lalu mengalihkan pandangan masing-masing.
“ah,apa kabar…?” Go Ara menyapa kaku. Yunho membalas sapaan Go Ara sedangkan Soyoen hanya tersenyum tipis.
“aku tidak menyangka akan bertemu disini…” ucap Yunho, lalu menatap Donghae dingin. Donghae menatap Soyeon yang hanya diam menundukkan kepalanya.
“aku juga tidak menyangka akan bertemu disini…” Donghae mengalihkan tatapannya ke Yunho.
“oppa, kita harus segera pergi…” Soyeon mengajak Yunho “senang bertemu dengan kalian…” ucap Soyeon menatap Donghae dingin lalu berjalan pergi diikuti Yunho.
Setelah pertemuan singkat tadi, Donghae lebih banyak diam. Go Ara beberapa kali menyadarkan Donghae yang terlihat sedang melamun dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
“kau seperti orang yang berbeda Lee Donghae. Rapuh dan terluka…” lirih Go Ara dan tidak disadari Donghae.
>> 

Waktu menunjukkan pukul 10 pm. Soyeon menatap kosong bola yang ada didepannya, menyeka air mata yang terus menetes dipipinya. semua begitu menyakitkan, tentang appanya yang berselingkuh, tentang kematian eomma dan Min Aerin dan tentang hatinya yang terluka karena pernikahan itu.
Hujan turun dengan deras, Soyeon mulai menendang bola terus menerus hingga tenaganya terkuras habis. Wajahnya sangat pucat, akhirnya jatuh terduduk di rumput dan mulai menangis, Soyeon berdiri dan akan menendang bola lagi, tiba-tiba sebuah tangan menahan pergelangannya. Soyeon menoleh dan mendapati Donghae menatapnya.
“Lepaskan…!” Soyeon menepis tangan Donghae
“kenapa kau hujan-hujanan disini…? Kau bisa sakit…” ucap Donghae “ayo aku antarkan pulang…” Donghae menarik tangan Soyeon.
“aku bilang lepaskan…!” Soyeon berteriak “aku sudah katakan tidak ingin melihatmu.., kenapa kau selalu muncul dihadapanku…!” ucapnya dingin. Donghae tidak menghiraukan ucapan Soyeon dan tetap menarik tangan wanita itu.
“Lee Donghae lepaskan.., kau menyakiti tanganku…!” suara Soyeon parau, Donghae berbalik dan menyadari wanita itu meringis kesakitan. Donghae merengganggkan genggamannya.
“kau menyakitiku…” lirih Soyeon, suaranya serak, wajahnya semakin pucat “kenapa kau menyakitiku…?” Soyeon menatap mata Donghae, dia semakin terisak. Kelamaan pandangannya menjadi kabur, semakin gelap, dan gelap. Soyeon pingsan dipelukan Donghae.
>> 
Soyeon mengerjap-ngerjapkan matanya beradaptasi dengan cahaya yang menembus kaca ruangan itu. Soyeon bangun duduk dan memegangi kepalanya yang masih pusing, beberapa detik kemudian dia mengingat semuanya. Tempat ini? Lee Donghae, batinnya.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, masuklah seorang laki-laki membawa nampan yang berisi bubur dan susu, lalu duduk disebelah wanita itu. Donghae memegang dahi Soyeon memastikan demamnya sudah turun tetapi tangannya segera ditepis Soyeon.
“aku akan pulang…!” ucap Soyeon dingin dan beranjak berdiri tetapi ditahan oleh Donghae
“makanlah.., demammu belum benar-benar turun…” Donghae meletakkan nampannya. Soyeon menghiraukannya dan tetap berjalan akan keluar.
“Jung Soyeon…” Donghae menahan Soyeon
“apa aku terlihat menyedihkan? Kenapa kau harus mengasihaniku? Aku tidak mau dikasihani…” Suara Soyeon serak
“aku akan jelaskan semuanya….”
“tidak perlu…” potong Soyeon “jika kau menjelaskannya maka aku akan terlihat semakin menyedihkan, semua sudah berakhir, aku sudah terluka, bahkan seluruh tubuhku sudah mati rasa…” air mata mulai mengalir dipipinya. Donghae mulai berjalan mendekati Soyeon.
“berhenti,  jangan melihatku…” Soyeon masih terisak “kau tahu aku menunggumu, bahkan saat aku merasa sudah putus asa aku tetap menunggumu. Aku masih berharap kau akan datang…”
“mianhae…” lirih Donghae, matanya mulai basah.
“aku memanggilmu berkali-kali,tapi kau tidak pernah datang…dan sekarang aku sadar, aku terlalu menharapkanmu, tidak seharusnya aku menunggumu…” Soyeon tersenyum miris “aku memang bodoh, benar-benar menyedihkan. Mulai sekarang, sebaiknya kita tidak bertemu. Kau bisa berpura-pura tidak pernah mengenalku, kau tidak perlu lagi peduli padaku…”
“apa yang harus aku lakukan jika merindukanmu? apa yang harus aku lakukan jika ingin melihatmu?” ucapan Donghae membuat Soyeon tertegun  “jika aku tidak melihatmu mungkin aku akan mati, bahkan aku tidak bisa bernafas dengan baik. Tapi jika itu maumu, maka aku akan melakukannya…”
Donghae berjalan meninggalkan Soyeon, baru beberapa langkah, tiba-tiba Soyeon memeluknya dari belakang.
“tonajima(jangan pergi), jebal(aku mohon) tonajima…” Soyeon semakin terisak. Donghae meneteskan air matanya, dia membalikkan badannya memeluk Soyeon erat.
“mianhae, jeongmal mianhae…” Donghae melepas pelukannya, menatap manik mata Soyeon dalam dan menghapus air mata wanita itu “saranghae…” ucapnya lalu mengecup puncak kepala Soyeon lembut dan mengembangkan senyum manisnya.
“nado saranghae(aku juga mencintaimu)…” jawab Soyeon. Keduanya tersenyum.
Donghae mendekatkan wajahnya kewajah Soyeon, meraih tengkuk wanita itu, dan mencium lembut bibirnya. Soyeon mengalungkan tangannya pada leher Donghae membalas setiap sentuhan lembut dibibirnya.
>> 

“mianhae, jeongmal mianhae…” Donghae menatap lembut mata Go Ara
“gwaencana(tidak apa-apa), lagi pula aku sudah tahu cepat atau lambat kau akan menyadari semua itu. Memang harusnya aku tidak menahanmu sejak awal…” ucap Go Ara “tenang saja, aku akan menemukan laki-laki yang lebih baik darimu…” Go Ara menyeka air matanya lalu tersenyum
“tentu saja, kau harus bahagia…” jawab Donghae mengenggam tangan wanita itu.
“untuk yang terakhir kali, apa aku boleh memelukmu?”
“tentu saja…” Donghae tersenyum lalu mendekat dan memeluk Go Ara erat.
“wanginya masih sama, hanya saja caramu memelukku sudah berbeda…” Go Ara melepas pelukan Donghae “aku pasti akan menyimpan semua kenangan itu dengan baik, jadi jangan khawatir…”
”sekarang pergilah, dia sudah menunggu terlalu lama…” Go Ara tersenyum lalu menatap Soyeon yang sedang duduk disebuah bangku.
“gomawoyeo(terima kasih)…” Donghae tersenyum lalu berjalan meninggalkan Go Ara.
Go Ara tersenyum nanar melihat punggung Donghae yang semakin menjauh. Meskipun hatinya terluka tapi dia merasa lega, Go Ara yakin seiring waktu berjalan semuanya akan baik-baik saja. Mungkin dia akan menyesal melepas Lee Donghae, tapi dia akan lebih menyesal jika menahan laki-laki itu.
>> 
Donghae menghentikan mobilnya didepan sebuah restaurant mewah. Donghae turun, membukakan pintu untuk Soyeon dan menggenggam erat tangan wanita itu masuk kedalam restaurant. Alunan biola dan piano mengiringi mereka. Beberapa pelayan memberi salam dan menuntun mereka ke sebuah meja yang terletak diruang terbuka.
Berbagai hiasan bunga dan lampu kelap-kelip serta pemandangan kota Seoul dan langit penuh bintang menakjubkan siapapun yang melihatnya. Soyeon baru menyadari bahwa tidak ada pengunjung selain dia dan Donghae.
“apa kau menyewa restaurant ini?” Soyeon sedikit terkejut. Donghae tidak menjawab dan hanya tersenyum. Pelayan datang menyajikan makanan special. Soyeon tidak ambil pusing, dia menikmati hidangan dengan senang hati.
“tunggu sebentar, aku akan ke toilet…” Donghae tiba-tiba beranjak pergi meninggalkan Soyen.
Sepuluh menit menunggu membuat Soyeon mati bosan. Soyeon celingukan mencari Donghae tapi tidak ada tanda laki-laki itu datang. Akhirnya Soyeon beranjak dari duduknya dan berdiri. Tiba-tiba barisan anak-anak yang memanjang satu persatu berjalan menghampiri Soyeon dan memberikan setangkai mawar merah. Soyeon yang kaget hanya bisa menerima bunga2 tersebut. Semakin banyak dan banyak, Soyeon semakin kewalahan memegang bungan mawar yang begitu banyak.
Tiba-tiba Donghae ada dibarisan terakhir, datang berjalan menghampiri Soyeon dengan setangkai mawar merah ditangannya. Soyeon masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
“mawar keseratus…” ucap Donghae tersenyum “Jung Soyeon, apa kau mau menikah denganku?”
Pernyataan Donghae sontak membuat mata Soyeon membulat sempurna.
“menikahlah denganku…” Donghae mengulangi lalu mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin yang indah. Soyeon tidak bisa bicara, tanpa disadari air mata menetes dipipinya. Soyeon menganggukkan kepalanya tanda dia menerima lamaran Donghae membuat semua anak-anak yang ada disana bersorak-sorak. Donghae menghapus air mata Soyeon lalu memeluk erat wanita itu.
“gomaweoyeo…” ucap Donghae “saranghae…” lanjutnya
“nado saranghae…” jawab Soyeon
Ratusan kembang api bertaburan di langit menambah keindahan kota Seoul malam itu. Semua bersorak gembira mengerubungi Donghae dan Soyeon. Mereka tersenyum bahagia.

~The End~

gimana readers...^^ saya sudah berusaha dengan keras mencari ending cerita, dan hasilnya seperti itu. maaf bila ada readers yang kurang puas dengan endingnya. sekali lagi saya ucapkan terima kasih..jangan khawatir, saya masih punya FF yang tentunya lebih menarik..
sampai jumpa di FF baru berikutnya readers...^^