Rain

Rain Cloud

Rabu, 09 Desember 2015

Resensi Novel "Bi"



Resensi Novel “Bi”



Judul               : Bi                              
Penulis            : Fei                                      
Penerbit         : Penerbit Haru
Tahun terbit  : 2013
Tebal buku     :  280 hlm, 19 cm

Sinopsis

Seorang gadis 20 tahun yang bernama Kim Min Jeong yang pekerja keras dan tangguh yang hidupnya hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Suatu hari saat Min Jeong sedang memantik paku di bubungan atap gazebo, ia tidak sengaja terluka. Darahnya menetes dan mengenai bel angin. Setelahnya bel angin itu tiba - tiba bergerak sendiri, berkelontang keras. Menyebabkan salah satu kaki tangga tempat Min Jeong berpijak bergoyang dan akhirnya jatuh. Min Jeong melihat sosok dihadapannya yang mengerikan, kemudian ia pingsan.

Bi menampakkan wujud aslinya. Tidak mudah mencoba berteman dengan manusia ketika dirinya memiliki sepasang bola mata mencuat, kulit wajah kemerahan, serta sepasang tanduk di kepala. Gadis yang melihatnya malah pingsan ketakutan. Padahal gadis ini baru saja membebaskannya dari sebuah bel angin yang mengurungnya selama 400 tahun. Akhirnya ia merubah wujudnya agar gadis yang pingsan itu tidak takut padanya dan bisa menerima kehadirannya.

Pemuda cantik itu bilang dia adalah ‘dokkaebi’ dan mengaku bernama ‘Bi!’. Min Jeong tidak percaya, mana ada dokkaebi di dunia modern seperti ini?. Itu hanya ada di cerita dongeng Korea. Parahnya lagi, dokkaebi itu bertekad untuk membalaskan dendam pada Hyuk-sahabat Min Jeong. Menurutnya Hyuk yang menyebabkan Bi dikurung selama 400 tahun dalam bel angin.

Akhirnya Min Jeong membolehkan Bi tinggal bersamanya. Agar ia bias mengawasi gerak – gerik Bi. Seiring berjalannya waktu Bi menemani Min Jeong dalam hari - harinya. Khususnya menemani berjualan makanan ringan. Karena Bi, hubungan Min Jeong dan ayahnya yang renggang menjadi harmonis kembali. Dan Bi melupakan balas dendamnya pada Hyuk.  Karena Hyuk hanyalah reinkarnasi dari orang yang mengurungnya yaitu Lee Gyeon, pemuda di era Joseon.

Kelebihan Novel        : Novel ini sangat menarik karena mengangkat kisah yang lucu, unik, dan berbeda dari kebanyakan novel penulis Indonesia yang memilih latar tempat di Korea Selatan. Cerita imajinasi atau fantasi yang sangat unik membuat pembaca tidak bisa berhenti. Selain itu banyak pesan moral yang terkandung dalam novel ini, mulai dari konflik kehidupan sampai balas dendam. Semua memberikan pesan positif bagi pembacanya.

Sasaran Pembaca       : Remaja dan Dewasa.

Selamat membaca!^^
Utami_dy

Resensi Novel "Explisit Love Story"



Resensi Novel “Explisit Love Story”



Judul               : Explisit Love Story
Penulis            : Lee Sae In
Penerbit         : Penerbit Haru
Tahun terbit  : 2013
Tebal buku     : 383 hlm, 20 cm

Sinopsis

Han Lee Seon, wanita yang berumur 24 tahun ini adalah tokoh utama novel. Dia dikenal sebagai seorang yang dianggap ahli dalam bidang percintaan dan juga terbiasa dengan omongan yang “vulgar”. Kalau kalian bertanya tenang percintaan, lelaki, dan seks, Lee Seon akan senang hati menjelaskannya. Tapi semua itu hanya tong kosong berbunyi nyaring. Karena sebenarnya Lee Seon tidak punya pengalaman dalam hal itu, teorinya tidak tertandingi tapi aslinya ia benar-benar baru dalam dunia ini alias tidak berpengalaman.  Lee Seon bahkan belum merasakan first kiss-nya di usia yang sudah tidak muda lagi.

Ma Gyu Jin, 24 tahun, mahasiswa seni keramik tingkat senior, terkenal dengan wajah gantengnya dan deretan wanita penggemar yang selalu bagai pagar hidup dimanapun ia berada. Mantan pacarnya yang cantik jelita meninggalkannya begitu saja dengan deretan gossip yang menyebar seantero kampus. Gossipnya ternyata tidak hanya melulu sebagai Casanova yang ditinggal pergi sang kekasih, tetapi juga masalah keluarga kayanya yang tiba tiba bangkrut.

Awalnya Han Lee Seon hanya tertarik sekilas dengan lelaki bernama Ma Gyu Jin itu dalam acara meeting yang membosankan itu. Tapi seolah takdir apa yang mengikat mereka berdua, Lee Seon selalu merasa dipermalukan di depan lelaki itu. Ingin sekali Lee Seon membenci tingkahnya yang menyebalkan dan suka menggodanya itu, tapi pesona lelaki itu membuat Lee Seon seolah kalah. Tidak salah jika Gyu Jin disebut sebagai playboy nomor satu di sekolahnya.

Lee Seon menyadari bahwa dirinya tidak memiliki pesona ataupun kecantikan seperti gadis-gadis lain yang mengelilingi Gyu Jin. Gyu Jin juga sepertinya tidak pernah memberikannya perhatian tapi justru kasar padanya. Tapi dari semua sikapnya itu, tenyata Gyu Jin justru memiliki perasaan pada Lee Seon dan mengajaknya pacaran.

Kelebihan Novel        : Novel ini sangat menarik karena berlatar kan negeri gingseng atau Korea dengan menceritakan banyak objek-objek yang indah. Kata-kata dan kalimat yang digunakan sangat indah dalam menggambarkan tempat-tempat atau pemandangan di negeri tersebut sehingga pembaca tidak mudah bosan.

Kekurangan Novel : Novel ini merupakan novel dewasa yang mengusung tema percintaan dan seputar hubungan dewasa atau seks sehingga kurang pas dibaca oleh remaja Indonesia karena latar budaya yang berbeda.

Sasaran Pembaca       : Dewasa.

Selamat membaca!^^
Utami_dy

Resensi Novel "Oppa & I"



Resensi Novel “Oppa & I”



Judul               : Oppa & I
Penulis            : Orizuka dan Lia Indra Andriana
Penerbit         : Penerbit Haru
Tahun terbit  : 2012
Tebal buku     : 156 hlm

Sinopsis

Jae In dan Jae Kwon adalah dua saudara kandung (kembar) yang sempat berpisah karena kedua orang tua mereka bercerai. Jae Kwon menetap di Korea dengan ayahnya dan berkehidupan cukup mapan, sedangkan Jae In tinggal di Indonesia dengan ibunya dan hidup pas-pasan. Tiba-tiba, ayah mereka mengajak mereka untuk kembali pulang ke Korea. Masalahnya adalah, Jae In yang dulu merasa "dikhianati" oleh sang kakak, Jae Kwon. Dengan kepulangan Jae In ke Korea ini Jae In otomatis harus berhadapan dengan Jae Kwon, kakak yang dia anggap sebagai musuhnya sekarang. Sedangkan Jae Kwon tidak tahu apa-apa bersikap seperti dulu, dia tidak mengerti kenapa Jae In tiba-tiba bersikap dingin dan menjauhi dirinya.

Akhirnya Jae In tidak mau memanggil jae Kwon dengan panggilan “oppa” karena dia menganggap Jae Kwon bukanlah saudaranya lagi. Dia juga tidak mau kalau sampai semua orang di sekolah tau bahwa mereka adalah kembar. Jae Kwon tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan adiknya tersebut. Setelah beberapa bulan menjalani hari-harinya dengan kembarannya itu, Jae In mulai lebih mengenal orang seperti apa Jo Kwon dan sering memikirkannya. Saat menghabiskan waktu luangnya dengan melukis di balkon sekolah, tanpa sadar yang dilukisnya adalah Jae Kwon. Di tempat itulah ia bertemu dengan Choi Seung Won, teman sekelas Jae In yang menyukai Jae In diam-diam. Selain itu banyak kisah cinta yang terjadi antara kedua bersaudara kembar itu. Mereka melewati kisah asmara masing-masing yang sangat unik dan manis.

Hubungan keluarga jae In dan Jae Kwon mulai membaik. Bahkan ayahnya sudah mulai berubah. Ia tidak lagi kaku seperti dulu dan mulai memperhatikan keluarganya. Di hari ultah Jae In dan Jo Kwon, mereka merayakannya dengan makan malam bersama di Restaurant. Sandy dan Jae Bin memberikan hadiah masing-masing kepada anak kembarnya. Jae Kwon menerima hadia dari ayahnya berupa koleksi miniature One Piece , tokoh anime kesukaannya. Jae In menerima hadiah dari ayahnya semenjak ultahnya ke-13, 14, 15, dan 16. Ternyata selama ini ia membelikan hadiah untuk ultah Jae In tetapi hanya saja ia tidak mengirimnya ke Indonesia. Akhirnya, Jae In menyadari bahwa ayah, ibu, dan saudara kembarnya tidak melupakannya selama ini dan selalu mencintai Jae In. Dan akhirnya Jae In bisa memanggil Jae Kwon dengan panggilan Oppa.

Kelebihan Novel        : Novel ini sangat menarik karena berlatar kan negeri gingseng atau Korea Selatan tetapi dibumbui dengan secuil kisah keluarga yang berhubungan dengan Indonesia. Novel ini banyak menggambarkan bagaimana cinta keluarga yang sesungguhnya, hubungan antara saudara dan cuplikan-cuplikan kisah cinta yang ciamik dan membuat kita semakin penasaran untuk cepat menyelesaikan endingnya.

Sasaran Pembaca       : Remaja dan Dewasa.

Selamat membaca!^^
Utami_dy

Resensi Novel "Cheeky Romance"



Resensi Novel “Cheeky Romance”



Judul               : Cheeky Romance
Penulis            : Kim Eun Jeong
Penerbit         : Penerbit Haru
Tahun terbit  : 2010
Tebal buku     : 447 hlm, 20 cm.

Sinopsis

Awal kisah, Yoo Chae yang berprofesi sebagai reporter diceritakan sedang bertengkar dengan pacarnya yang juga sama-sama reporter di kantor yang sama bernama Hee Jae, yang ketahuan selingkuh. Saking kesalnya, Yoo Chae sampai meluapkan kemarahan pada sang pacar di situs jejaring kantornya. Bisa diduga, para atasan Yoo Chae marah atas ulahnya tersebut karena hal itu berarti mencemarkan nama baik kantor stasiun TV tempat Yoo Chae bekerja. Karier Yoo Chae sebagai reporter yang sebenarnya belum terlalu cemerlang pun akhirnya memburuk karena kasus ini.

Di sebuah rumah sakit swasta ternama, ada seorang dokter kandungan bernama Yoon Pyo yang sangat  populer dikalangan pasiennya. Wajar saja, selain tampan Yoon Pyo juga memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Kepeduliannya pada seorang ibu hamil baik itu pasiennya atau bukan, benar-benar tidak diragukan. Ia tipikal orang yang sangat mencintai pekerjaannya ini. Dari sisi asmara, Yoon Pyo juga termasuk orang yang beruntung. Ia kini berpacaran dengan Hye Rong, sesama dokter kandungan, yang cantik, cerdas, baik, dan lembut.

Hidup Yoo Chae dan Yoon Pyo bagaikan bumi dan langit. Yoo Chae yang kerap dirundung kemalangan, sementara Yoon Pyo begitu bertabur kebahagiaan. Suatu hari, Yoon Pyo sedang makan siang di restoran bersama ibunya dan pacarnya. Pada saat yang sama, Yoo Chae sedang syuting liveshow meliput restoran tersebut. Sesuai script, Yoo Chae bertugas mencicipi berbagai menu makanan, di antaranya ikan fugu dan kacang merah. Nah, saat melihat Yoo Chae hendak memakan kedua menu tersebut, Yoon Pyo secara refleks memarahi Yoo Chae dan mengatakan bahwa kedua menu tersebut sangat berbahaya bagi ibu hamil. Yoo Chae kaget karena dituduh hamil. Rupanya Yoon Pyo keliru. Ia memang pernah melihat Yoo Chae di bagian kandungan rumah sakit tempatnya bekerja, tetapi saat itu Yoo Chae hanya menemani temannya yang sedang hamil.

Tetapi masalah semakin panjang karena acara di restoran tersebut disiarkan live, maka adegan Yoon Pyo memanggil Yoo Chae ibu hamil langsung tersebar ke seluruh penjuru negeri. Adegan ini menjadi gosip hangat, mengingat Yoo Chae belum menikah, dan baru beberapa waktu yang lalu pertengkarannya dengan pacarnya ter-publish ke media. Di sisi lain, Yoon Pyo lama-lama merasa tidak enak pada Yoo Chae. Akibat gosip ibu hamil itu, karier Yoo Chae sebagai reporter makin terpuruk, bahkan Yoo Chae sampai dimutasi ke kantor cabang yang jauh.

Suatu hari dalam program dokumenter, dokter yang ditunjuk untuk bertanggung jawab sebagai narasumber utama adalah Yoon Pyo. Ya, nampaknya pihak rumah sakit dan pihak stasiun TV memang sengaja memasangkan Yoo Chae dan Yoon Pyo dalam satu acara untuk mendongkrak rating-nya. Selama syuting dokumenter tersebut, mulai banyak kisah-kisah yang terjadi. kisah cinta mereka semakin berkembang hingga pada akhirnya dipersatukan dalam sebuah ikatan cinta.

Kelebihan Novel        : Dalam novel ini, mengangkat tema cerita yang jarang ada di novel. kisah asmara yang berlangsung dengan penh kejutan. Selain kisah cinta, seputar mitos orang Korea tentang kehamilan dan persalinan yang salah besar dan seringkali justru berdampak fatal bagi sang bayi dijelaskan dalam novel ini. pembaca akan menerima banyak pengatahuan baru dari dunia medis setelah membaca novel yang sangat menarik ini.

Sasaran Pembaca       : Remaja dan Dewasa.

Selamat membaca!^^
Utami_dy